Peran Guru Bisakah Tergantikan Oleh Youtube?
Assalamu ‘Alaikum Gaessss.. Kali ini judulnya rada berat hahaha, mau coba aja siapa tau isinya bagus. Iya gak? Jadi, judul ini muncul berawal dari hadir kajian kemuslimahan hari rabu lalu, nah ada bahasan tentang menuntut ilmu, terus ke guru, terus ke youtube dan sampai akhirnya lahirlah judul ini.
Karena jaman sekarang gak lepas dari berbagai macam media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube. Nah seringkali ketika kita pengen tahu sesuatu hal pasti kita langsung cari di salah satu atau salah dua media sosial itu. Contohnya, SAYA. Pas lagi darurat pengen tahu cara membersihkan pakaian yang terkena najis, langsung buka youtube, dan cari kata kuncinya. Then, saya bisa langsung dapatin ilmunya (Tapi karena masih belum paham gimana cara bersihinnya, jadi tanya ke ustadzah saya aja deh, biar lebih meyakinkan). Emang sih kita bisa dapat dengan mudah dan cepat informasi itu lewat media sosial, tapi apa itu menjawab semua pertanyaan kita tentang ketidakpahaman kita mengenai ilmu tersebut?
Gaesss yang sholeh dan sholehah, menuntut ilmu itu penting, Fardhu ‘Ain, WAJIB. Kalian boleh dapatin ilmu itu dari Youtube, Instagram atau yang lain. Apalagi sekarang banyak guru yang bisa share ilmunya lewat berbagai media sosial tersebut. Tapi, peran seorang guru di kehidupan nyata (bukan kehidupan maya) itu sangat amat dibutuhkan. Seorang manusia gak bakalan tergantikan dengan adanya media sosial tersebut. Balik lagi ke paragraf kedua, Emang sih kalian bisa dengan mudah dapat ilmu dari media sosial tanpa harus pergi ke luar rumah, keluarin ongkos buat bayar ojol dan lain sebagainya. Tapi banyak manfaat ketika kalian bisa ketemu guru secara langsung.
Pengalaman saya ketika baru memulai untuk berubah menjadi pribadi (yang mungkin) lebih baik, saya lebih sering mendengarkan ceramah-ceramah lewat Youtube dan Instagram. Karena apa? Karena ketika itu saya masih gak tau harus belajar dan mencari ilmu dimana. Sampai akhirnya, saya ngobrol berdua dengan teman saya, dan dia bilang “Bun, elu kan sering ikut kajian, itu gak apa apa, bagus ko. Tapi saran gua, sebaiknya elu ikut mentoring bun, karena disana elu bisa nanya langsung ke gurunya ketika elu mau tau banget tentang ilmu itu. Karena ketika elu ikut kajian, ilmu yang elu dapet di kajian itu cuma sebatas di permukaan aja. Tapi ketika elu punya mentor pribadi atau ustadzah, elu bisa nanya ke dia”
Omongan teman saya benar juga. Ilmu yang saya dapat di kajian yang hanya 1 jam atau 2 jam itu hanya bisa saya dengarkan tanpa bisa menanyakan ketika saya kurang paham dengan materi tersebut.
Human is Social Being. Memang benar kalau seseorang itu butuh orang lain dalam kehidupan ini. Gak sekedar “Lahir, Sekolah, Bekerja, Mati” (Lirik Save Our Soul, BPF2B). Itu terlalu simple bila dijalankan di kehidupan ini. Kita butuh orang lain. Dan Kita Butuh GURU dalam menuntut ilmu, jangan karena jaman sudah serba gampang, teknologi ada, internet ada dan Wi-Fi ada, semua akan mudah di raih.
Tapi tetap. Belajar atau menuntut ilmu harus berasal dari si empunya ilmu. Komunikasi langsung dengan Guru, itu lebih baik daripada kita hanya mendengarkan materi yang disampaikan lewat media sosial.


Ya Allah gak nyangka akuuu... tulisan aku ko lumayan yaaa.
BalasHapus